Post a comment
Faktor pendorong utama terorisme bunuh diri (suicide terrorism) dalam kurun waktu 1980-2003, bukanlah fundamentalisme agama. Ia lebih didorong oleh spirit nasionalisme suatu kelompok masyarakat untuk mengusir orang yang mereka anggap menjajah ibu pertiwi mereka. Demikian hasil diskusi buku Dying To Win: The Strategic Logic of Suicide Terrorism karangan Robert Pape (2006) antara Jaringan Islam LIberal (JIL) dengan Ihsan Ali Fauzi, mahasiswa Ilmu Politik di Ohio State University Amerika Serikat. Transkrip selengkapnya:
http://islamlib.com/id/index.php?page=article&id=1150
6 Comments:
-
Anonymous
said...
-
Hai JIL, dengan segala kelakuannya, jangan cuma bisa mempelajari, menterjemahkan, menilai, mengobok-obok Qur’an sesuai dan sepenuh nafsu kalian. Buat saja satu kitab atau satu surat semacam dalam Qur’an. Bahkan bergabunglah kalian dengan orang-orang musyrik dan kafir lainnya, buat satu surat saja, misalnya sebanding al-Ikhlas atau al-Falaq atau an-Nas ! Gunakan dalam ibadah kalian menyembah tuhan kalian, serta jaga dan pertahankan kata-kata dalam surat buatan kalian hingga tidak akan berubah, beberapa tahun saja. Tidak perlu satu kitab, satu surat saja ! empat ayat saja ! Kalo bisa, berarti kalian sehebat Muhammad, bahkan bisa lebih hebat lagi, akan banyak yang menyertai kalian, bahkan mungkin menyembah kalian (apalagi jika kalian nantinya bisa mencegah nyawa kalian keluar dari tubuh kalian). Sungguh ! Ayo tunjukkanlah kehebatan kalian ! Jangan cuma bisa mengkritik, mengobok-obok yang disampaikan Muhammad, sementara membuat sendiri tidak bisa ! Berarti iti sirik namanya, sirik itu dilakukan orang yang lemah , sirik itu tanda tak mampu ! Sirik gitu lo…
Ayo bergabunglah kalian dengan kaum musyrikin dan kafirin yang lain ! Kalahkanlah Muhammad, yang dalam 23 tahun bisa menyajikan satu kitab, yang dihafal dan dilafalkan jutaan bahkan milyaran manusia dalam ibadah mereka, yang tidak berubah satu katapun sejak pertama kali diterbitkan, bahkan setelah 1000 tahun ! Ayo kaum JIL, tunjukkan kehebatanmu. Sungguh, sangat ditunggu, atau kalian hanya mampu segitu saja ? Banyak yang akan mentertawakanmu. Pada umur 40 tahun, Muhammad telah memulai menyebarkan ayat-ayat Qur’an yang dihafal dan sebagai bacaan ibadah kepada Tuhannya. Sekarang kalian semua umur berapa ? Hidup kalian sudah penuh dengan belajar dan sekolah bukan ? Dan penuh dengan gelar prof. doctor bukan ? Bergabunglah kalian semua kaum JIL dan pendukungnya ! Cobalah dalam 1 tahun buat 1/30 Qur’an, atau Buat satu surat saja, empat ayat saja !! untuk menandingi surat al-Ikhlas, al-Falaq atau an-Nas ! Untuk kalian beribadah kepada tuhan kalian (entah bagaimana cara kalian beribadah kepada tuhan kalian, dan selayaknya kalian membuat tatacara sendiri untuk beribadah kepada tuhan kalian bukan ? Tidak meniru-niru Muhammad ?). Kalian sudah lama baca Qur’an bukan ? Bahwa ini sungguh merupakan tantangan yang tertera di Qur’an ? maka bagaimana jawabmu wahai kaum JIL ? Jangan bengong saja pura-pura gak pernah ditantang !!! Terus melengos seolah-olah ada hal lain yang lebih berarti ! Atau kalian sungguh-sungguh kumpulan orang-orang lemah, minder, kecil hati, yang tak mampu serta tak tahu malu bermuka tebal ? Masya Allah … Na’ udzubillahi mindzalik …
-
Anonymous
said...
-
haiii
-
Anonymous
said...
-
haiii
-
Anonymous
said...
-
alert('test')
-
Anonymous
said...
-
alert('test')
-
Anonymous
said...
-
alert("test")
|
Leave your comment
|
|